Fahri Hamzah Mengatakan KPK Mau Sandera Jokowi, Paspampres Terima Duit Eks Dirjen Hubla

Fahri Hamzah Mengatakan KPK Mau Sandera Jokowi, Paspampres Terima Duit Eks Dirjen Hubla

 https://paperrnews.blogspot.com/2017/12/fahri-hamzah-mengatakan-kpk-mau-sandera.html

Sidang masalah korupsi mantan Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono terungkap fakta baru. Antonius mengakui seringkali mempersiapkan uang Rp 150 juta untuk dana operasional Paspampres dalam tiap-tiap kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menyikapi hal tersebut, Wakil ketua DPR Fahri Hamzah menyebutkan, ini peringatan buat Jokowi untuk menertibkan langkah kerja KPK. Menurutnya, KPK lebih fokus menyuruh orang bernyanyi dari pada menghitung kerugian negara.

Biar Jokowi sadar kalau bila yang dipersoalkan aliran dana, jadi nyatanya aliran-nya sudah sampai jauh seperti Bengawan Solo. Serta saat ini bukan saja adik iparnya disebut terima dana pajak, tapi juga paspampres terima aliran dana Dirjen hubla, " kata Fahri dalam pesan singkat.

Fahri menerangkan lebih dalam, sensasi BAP serta kesaksian aliran dana di ruang sidang yang sampai kini dipertunjukkan oleh KPK tidak pernah bisa dibuktikan. Menurutnya, bahkan sering di hilangkan didalam perjalanan seperti masalah e-KTP.

Dugaan saya ini cuma strategi KPK untuk menyandera semua orang termasuk Presiden Jokowi. Jokowi akan terpaksa mendukung KPK seolah kalau tidak kasus paspampres ini akan di buka, " tuturnya.

Justru KPK, kata dia, sedang merusak reputasi paspampres karena itu layak dibubarkan. KPK merusak kredibilitas lembaga negara yang lain dengan ekspose begini, walau sebenarnya tidak pernah dapat dibuktikan.

Bila bukan merupakan hasil audit maka semuanya cuma omong kosong. Sensasi murahan yang rutin, " kata dia.

Dikabarkan sebelumnya, sidang masalah suap Antonius mengungkap fakta baru berkaitan tumpukan uang yang diketemukan tim satgas KPK waktu lakukan operasi tangkap tangan pada Tonny, di Mes Perwira Bahtera Suaka.

Tonny beralasan dirinya menyimpan beberapa uang tersebut di mess-nya untuk kegiatan yang tidak tersedia dana operasionalnya, termasuk juga kegiatan Paspampres Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal semacam ini terungkap waktu jaksa penuntut umum pada KPK membacakan surat Berita Acara Pemeriksaan milik Tony yang waktu itu hadir jadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, dengan terdakwa Adiputra Kurniawan, komisaris PT Adiguna Keruktama.

Hal tersebut dimulai waktu Tony mengakui sempat berikan uang USD 10 ribu pada Direktur Pelabuhan pada Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Mauritz. Setelah itu uang diteruskan ke Paspamres.

 " Kenal Mauritz? " bertanya jaksa penuntut umum pada Tonny.

 " Dia Direktur Pelabuhan, " jawab Tonny.

 " Pernah kasih uang? " bertanya jaksa sekali lagi.

 " Pernah USD 10. 000 untuk operasional diberi langsung di ruangan saya, " jawab Tonny.

Di BAP, Anda kasih Paspampres Rp 100 sampai Rp 150 juta ada 2 x event, " ucap jaksa sambil membacakan BAP milik Tonny.

Ada kegiatan yang tidak ada dana operasionalnya jadi setiap ada peresmian yang mendatangkan presiden kita harus siapkan dana untuk Paspampresnya. Maka dari itu saya simpan dirumah, " tuturnya.
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE

 https://paperrnews.blogspot.com/2017/12/fahri-hamzah-mengatakan-kpk-mau-sandera.html

Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.