Perkuat Barisan Presiden Jokowi Menarik Jenderal (Purn) Moeldoko Masuk Ke Dalam Lingkaran Istana

Perkuat Barisan Presiden Jokowi Menarik Jenderal (Purn) Moeldoko Masuk Ke Dalam Lingkaran Istana

 https://paperrnews.blogspot.com/2018/01/perkuat-barisan-presiden-jokowi-menarik.html

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik Jenderal (purn) Moeldoko masuk kedalam lingkaran istana. Mantan Panglima TNI itu dilantik jadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki yang didaulat jadi Koordinator Staf Khusus Presiden. Moeldoko dilantik di Istana Negara. 

Selain Moeldoko, Jokowi juga memilih purnawirawan Jenderal bintang empat masuk kedalam lingkungan istana. Dia merupakan Jenderal (purn) Agum Gumelar yang dilantik jadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggantikan KH Hasyim Muzadi yang meninggal dunia. 

Ditariknya dua orang pensiunan militer ke lingkungan istana diduga sebagai strategi Jokowi hadapi Pilpres 2019. Ketua Pusat Studi Politik serta Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Muradi menilai ditariknya dua jenderal jadi langkah Jokowi dalam mengubah 'image' pemimpin yang tidak terlalu dekat dengan tentara. 

Lebih ke psikologis ingin memberi kesan politik, memberi tekanan ke luar kalau dia (Jokowi) punya dukungan di militer. Lalu (bertujuan) mengubah persepsi kelompok fundamental bahwa ini rezim tidak dekat dengan tentara, " kata Muradi.

Pada Pilpres 2019, kemungkinan Jokowi juga akan bersaing kembali dengan calon presiden dari kalangan militer. Nama Letjen (purn) Prabowo Subianto masih tetap terus dianggap sebagai lawan terdekat Jokowi. Prabowo Subianto dengan Partai Gerindra begitu lekat dengan kultur militer. 

Apalagi, ada nama mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Djoko Santoso yang menjabat jadi anggota Dewan Pembina. Satu diantara anggota Dewan Pembina Partai Gerindra juga di isi kalangan militer. Dia adalah Yunus Yosfiah pensiunan Jenderal bintang tiga. 

Apalagi, Gerindra miliki organisasi sayap khusus untuk beberapa purnawirawan TNI, yakni Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang semakin membuat partai berlambang garuda ini makin kental dengan kultur militer. 

Sementara, apabila Prabowo tidak maju, bisa saja Jokowi akan bertarung dengan sosok dari kalangan militer kembali. Umpamanya saja, nama mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang disebut mempunyai kesempatan pula maju Pilpres. Jadi, Jokowi paham benar, basis kekuatan militer ini harus dibidik karna dirinya adalah sosok dari kalangan sipil. 

Muradi menilai Jokowi tepat dalam pilih Moeldoko serta Agum Gumelar jadi 'orang dalam' istana. Keduanya selama ini mempunyai citra yang baik serta tidak pernah tersandung masalah berarti yang membuat keduanya tidak disukai publik. " Mereka mempunyai rekam jejak yang baik, " kata Muradi. 

Moeldoko adalah mantan Panglima TNI yang tentu mempunyai kemampuan. Agum Gumelar juga tidak kalah 'canggih'. Agum menjabat jadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Purnawirawan serta Warakawuri TNI serta Polri (Pepabri) mulai sejak 2007. Dia mempunyai massa dari kalangan militer karena jadi pemimpin dari beberapa pensiunan TNI bahkan Polri.

Ditemui usai melantik Moeldoko serta Agum Gumelar, Jokowi enggan membeberkan alasan menunjuk dua pensiunan jenderal bintang empat itu. Dia hanya mengatakan menunjuk keduanya atas pertimbangan yang begitu matang. 

Apa yang telah kita putuskan itu telah melalui pertimbangan yang panjang, kalkulasi perhitungan yang panjang, " kata Jokowi. 

Waktu di tanya, berkaitan banyak purnawirawan di dekatnya, Jokowi menyebutkan " Malah bagus kan. 

Sebelum Moeldoko serta Agum Gumelar, sederet purnawirawan sudah terlebih dahulu berada di jajaran pemerintahan. Mereka merupakan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menko Polhukam Wiranto, Anggota Wantimpres Subagyo Hadi Siswoyo serta Yusuf Kartanegara. 

Ada juga Try Sutrisno yang sekarang ini menempati posisi anggota dewan pengarah Unit Kerja Pancasila. Ada juga kalangan pensiunan polisi, seperti Kepala BIN Budi Gunawan, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto serta Staf Khusus Presiden Gories Mere. 

Koordinator staf khusus Presiden, Teten Masduki menepis anggapan masuknya dua jenderal untukkepentingan 2019. Teten menegaskan, langkah Jokowi ini guna percepat pelaksanaan program pemerintah. 

Tidak seperti itulah. Saya kira ini kan memang tinggal satu tahun kalau dihitung Pilpres 2019 itu kan (mulainya) 17 April. September ini sudah ada pencapresan sehingga memang perlu di tim presiden perlu diperkuat untuk mengkonsolidasikan capaian-capaian, " kata Teten.
AGEN BANDARQ | BANDAR Q | AGEN DOMINO TERPERCAYA | AGEN ADUQ | BANDAR SAKONG| AGEN CAPSA ONLINE


 https://paperrnews.blogspot.com/2018/01/perkuat-barisan-presiden-jokowi-menarik.html


Agen Poker Terpercaya & Tanpa Robot ( 100% Member Vs Member )
Tersedia Games : Poker Online, Domino 99, BandarQ, Bandar Poker, Adu Q, Capsa Susun, Dan Sakong

Cukup 1 ID Sudah Dapat Memainkan 7 Games
Untuk DAFTAR silahkan klik link ini :

HOT PROMO !!!
* PROMO BONUS TURNOVER 0.5%
* PROMO BONUS REFERAL 20%
* MINIMAL DEPOSIT RP 20.000

Info Lebih Lanjut Hub:
* Website : WWW.HITSDOMINO.ORG
* Pin BBM : D86DAFAF
* Yahoo : hitsdomino@yahoo.com

* baca juga artikelnya : http://ceritasexdewasa168.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://www.webpokermas.blogspot.com
* baca juga artikelnya : http://hiburandewasa88.blogspot.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.